Thanks for VISIT, "Persahabatan sama seperti pasang surut laut, ada kalanya kita memberi dan ada kalanya menerima". Original posted By aA' iQbal

Jumat, 12 Agustus 2011

Kebiasaan Melakukan Kebaikan

Dalam setiap aspek kehidupan, selalu ada yang berkembang. Atlet yang meraih predikat nomor satu datang silih berganti. Perkembangan teknologi informasi seolah tiada henti. Inovasi yang mengubah kehidupan manusia pun selalu terjadi. Apa yang baru di hari ini, akan segera berganti di keesokan hari.
Semua kondisi itu terjadi karena selalu ada perubahan menuju perbaikan yang terus dilakukan. Setiap saat, setiap waktu, selalu ada yang selalu berubah. Dan, hanya mereka yang mampu terus melakukan perbaikanlah yang akan mampu bertahan di zaman penuh tantangan. Sebaliknya, mereka yang tidak siap, akan hilang ditelan perputaran zaman yang terus berputar.
 

Maka, jika kita bisa melakukan hal yang lebih baik, lakukan segera! Dengan ketulusan sepenuh hati, disertai kerja keras dan perjuangan tiada henti, setiap tindakan akan melahirkan juara-juara sejati. Apa pun profesi yang kita tekuni (atlet, karyawan, profesional, pengusaha), kalimat pendek, ringkas, namun sangat jelas maknanya ini akan jadi kekuatan yang memotivasi untuk meraih sukses sejati.


Terus berjuang tanpa henti, lakukan perbaikan setiap hari! Salam sukses luar biasa!!

Sabtu, 30 Juli 2011

Belajar dan Belajar Lagi

Jika bermanfaat, berikan nilai dan bagikan artikel ini.


Rating Artikel :

Ada pepatah, learning is never ending adventure. Belajar adalah petualangan yang tiada akhir. Tak ada batasan usia untuk belajar. Kita layak belajar sepanjang hidup kita.
Beberapa waktu lalu saya membaca ada kakek yang baru lulus S1 pada saat usianya menginjak 90-an tahun. Bahkan bulan Juni kemarin seorang kakek bernama Leo Plass baru lulus S1 dari Eastern Oregon University, Amerika Serikat, pada saat usianya menginjak 99 tahun lebih 10 bulan, atau hanya dua bulan menjelang ulang tahunnya yang ke-100. Sungguh luar biasa semangat belajarnya. Sang kakek tentu begitu enjoy dengan proses belajarnya, tanpa paksaan, tanpa ambisi mengejar pekerjaan atau posisi tertentu dalam profesinya. Ia belajar karena ingin belajar. Karena itu, jika sang kakek saja masih semangat belajar, seharusnya kita yang masih muda harus lebih bersemangat lagi.

Belajar bisa dilakukan di mana saja. Menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi hanyalah salah satu jalur pelajaran yang bisa ditempuh. Setelah lulus seseorang akan menjalani pembelajaran sebenarnya dari kehidupan yang dijalani. Pada saat ini hampir tak ada lagi bimbingan dari dosen atau guru. Sukses hidupnya ditentukan oleh upayanya sendiri.

Kadang nilai yang diperoleh akan menentukan nasib baiknya. Tak sedikit juga yang mengalami kejadian sebaliknya. Meskipun nilai pendidikan di universitasnya bagus, namun gagal dalam kehidupannya. Mungkin ia belajar baik di universitasnya, akan tetapi kurang belajar mengenai kehidupan.

Di sisi lain, ada orang yang gagal dalam pendidikan formalnya, tetapi sukses dalam kehidupannya. Kuncinya karena ia mau belajar dari segala hal, dari kehidupan, dari orang lain, dari alam, dari kegagalannya sendiri, dan dari hal-hal lainnya yang ditemui. Minimal ia belajar dari buku-buku yang dibacanya.

Karena itu, meski kita sudah lulus dari pendidikan formal dengan nilai yang luar biasa, belajar harus tetap dilakukan. Belajar dari buku, dari kehidupan, dari fenomena yang ada, bahkan ilmunya pun masih terus diasah, di-up-date, agar selalu aktual.

Netter yang Luar Biasa!


Tadi pagi pada talkshow di Radio Sonora, saya membawakan tema "Belajar dan Belajar Lagi". Ini semacam pengingat bagi kita semua bahwa belajar itu tak ada akhirnya.Satu hal yang perlu kita sama-sama ingat, setiap orang dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika kita lebih di satu sisi, kita mungkin kurang di sisi lain sehingga perlu banyak belajar pada mereka yang memiliki kelebihan di bidang itu.

Karena itu, tak sepantasnya kita menyombongkan diri jika menguasai satu hal. Lebih baik jadi manusia yang fleksibel, rendah hati, mau menerima kelebihan orang lain, serta menyadari kekurangan dan kelebihannya. Dengan demikian, jika bertemu dengan orang yang lebih hebat, kita tidak akan rendah diri. Begitu pun saat kita bertemu orang yang kurang beruntung dibanding kita, tak akan menyombongkan diri. Pada intinya, kerendahan hati akan membuat kita lebih mawas diri.

Salam sukses luar biasa!

Pembuat Virus Pertama yang Dihukum

Jika bermanfaat, berikan nilai dan bagikan artikel ini.


Virus komputer memang menjengkelkan dan sudah merusak jutaan komputer di dunia. Dengan makin berkembangnya internet, penyebaran virus makin merajalela. Komputer yang terhubung ke internet dan membuka suatu website atau halaman web yang mengandung virus bisa segera terinfeksi dan virus itu segera ter-install di dalam komputernya tanpa sepengetahuannya. Keberadaannya di dalam harddisk membuat sejumlah program di dalam komputer rusak atau berjalan tidak sesuai dengan semestinya. Tak sedikit juga komputer yang mati dan tak bisa digunakan lagi.
Seiring perkembangan waktu, virus komputer kemudian berkembang menjadi beberapa macam. Worm, misalnya, adalah virus komputer yang bisa menduplikasi diri dengan sendirinya. Komputer menjadi penuh dengan worm yang membuat kinerjanya lambat. Yang lainnya antara lain virus jenis Trojan yang bisa mengambil data komputer yang terinfeksi dan mengirimkannya ke si penyebar Trojan. Ada juga jenis Spyware, yaitu virus yang memantau komputer yang terinfeksi.

Dalam hal kasus worm, yang pertama ditemukan adalah yang dibuat oleh Robert Tappan Morris, seorang ahli komputer Amerika Serikat. Ia membuat Morris Worm setelah lulus dari Cornell University tahun 1988. Maksud pembuatan worm itu, menurut dia, adalah untuk mengukur seberapa besar hebatnya internet. Worm ini ditargetkan bisa masuk ke sejumlah sistem di internet seperti e-mail, sistem jaringan, dan sistem yang menggunakan password.

Semula diperkirakan Morris Worm hanya akan menduplikasi satu hingga tujuh kali dalam komputer yang terinfeksi. Namun pada kenyataannya jauh lebih cepat dari itu. Dalam waktu tak terlalu lama puluhan ribu komputer terinfeksi Morris Worm. Dalam hitungan ekonomi, setiap komputer (atau sistem) yang terinfeksi worm tersebut dibutuhkan biaya pembersihan berkisar antara US$ 200 hingga US$ 53.000. Karena itu menimbulkan keresahan.

Morris kemudian ditangkap pada 26 Juli 1989 dengan dakwaan melanggar Undang-Undang Penipuan dan Penyalahgunaan Komputer yang baru dikeluarkan AS pada tahun 1986. Tahun 1990 ia menjadi orang pertama di dunia yang didakwa karena membuat virus komputer. Morris kemudian dijatuhi hukuman percobaan selama tiga tahun, 400 jam pelayanan masyarakat, dan denda US$ 10.050.
 
Selepas hukuman itu, Morris jadi pengusaha TI berbasis internet. Salah satunya adalah mendirikan Viaweb, online store yang kemudian diakuisisi Yahoo. Ia juga membuat beberapa perusahaan lain. Sedangkan dalam karier keilmuannya, ia kemudian meraih gelar PhD dalam bidang komputer dan pada tahun 1999 diangkat menjadi profesor di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Sumber: Andrie Wongso