Thanks for VISIT, "Persahabatan sama seperti pasang surut laut, ada kalanya kita memberi dan ada kalanya menerima". Original posted By aA' iQbal

Sabtu, 14 April 2012

Sehat itu Murah atau Mahal ?

Pertanyaan konyol keluar dari benakku selama ini, sehat itu murah atau mahal ya..!?! Kadang kita merasa sehat itu murah jika kita dilanda kesibukan yang luar biasa dan lupa akan kesehatan kita, dan kadang kita merasa sehat itu mahal jika kita sudah jatuh sakit dan merasakan pesakitan yang luar biasa di dalam diri kita baru deh kita merasa sehat itu mahal.
Baru tersadar kalau sehat itu mahal jika kita sudah terbujur di rumah sakit atau pergi ke dokter untuk memeriksakan diri , hal yang terlambat untuk dilakukan meskipun itu cara terbaik untuk menyembuhkannya. Ternyata rasa sakit yang dialami kita semua berbuah akan kebiasaan kita selama ini pada waktu kita masih sehat-sehatnya, kita bisa melakukan apa saja dan berbuat apa saja tanpa memperhatikan resiko apa yang didapatkan pada akhirnya nanti. Sungguh itulah manusia, selalu mementingkan seseuatu diluar dirinya tanpa ingat pada dirinya sendiri. 
 
Sebenarnya sakit datang akan kehendak diri kita sendiri, sakit datang atas permintaan kita sendiri. Kita pikir secara ringan saja, disaat kita sehat dan tidak  kekurangan apa pun kita bebas akan melakukan apa saja dan makan apa saja tanpa terkontrol dan tanpa batas itulah sebenarnya yang mengundang sakit untuk datang menghampiri kita dan membuat penderitaan kepada kita sekalian. Virus dan bakteri hanya sebagai perantara sakit saja, pola perilaku kitalah yang menyebabkan sakit itu datang ke tubuh kita. 

Kesibukan yang tidak ada hentinya dan pola makan yang tidak teratur menjadi penyebab utama datannya sakit itu sendiri, tidak akan sakit itu datang ke tubuh orang yang mempunyai pola perilaku yang sehat dan tertata. Tidak mungkin sehat akan datang ke dalam tubuh yang fit dan sehat . Mustahil itu terjadi kecuali hanya keinginan Sang Ilahi saja yang mungkin ingin main-main dengan kita. 

Kapan,dimana,apa,dan bagaimana anda lah yang dapat mengaturnya. Karna sehat anda ada ditangan ada sendiri dan kesembuhan anda ada pada Tuhan dan kembali kepada anda sendiri. Sakit datang kepada orang yang tidak pernah memperdulikan dirinya sendiri yang tidak pernah memperdulikan lingkungan sekitarnya dan yang tidak pernah memperdulikan waktunya. Kebiasaan anda sekalian membuat kesehatan dan kesakitan anda sendiri, cobalah untuk menyeimbangkan keduanya dan selalu menyempatkan untuk beristirahat meskipun hanya sebentar karna organ di dalam tubuh anda bukanlah robot yang harus bekerja keras tanpa henti untuk menuruti apa kehendak sang juragan (anda sekalian) 

Satu poin yang penting yaitu sehat itu mahal, anda bisa menilai pada diri anda sendiri apakah memang benar-benar mahal. Atau anda akan merasakan sakit terlebih dahulu lantas anda mau berkomentar kalau sehat itu mahal. Itu pilihan anda, itu pilihan tubuh anda.
“Tidak ada sesuatu hal apapun yang bisa menggantikan sehat dan kebahagiaan”

Maaf

Pada saat Nabi Muhammad masih di Makkah, disaat2 kamu Quraisy yang masih Kafir (tidak bersyukur adalah terjemahan asli dari Kufr, lawan kata Syukur atau Syukr), beliau memberikan nasehat2, dakwah, peringatan2, dan ajakan kepada semua orang yang beliau kenal untuk mengimani Tuhan dengen sepenuhnya.
Ada salah seorang kaum Quraisy saat itu yang sangat membenci Muhammad, ibarat sudah mendarah daging kebencian yang ada di hatinya kepada Nabi yang suci ini.
Kebetulan rumahnya berada ditepi jalan yang biasa ditempuh oleh Rasulullah kalau mau bersilaturahmi kepada sahabat2nya.
Yang terjadi adalah, setiap Rasulullah lewat rumahnya, pasti akan langsung kedengaran suaranya yang meludah ketanah, keras dan berulang, diiringi dengan umpatan2 yang terkadang didengar atau terkadang tidak didengar oleh rasulullah. Dan ini berlangsung sudah lama dan setiap hari.
Sampai suatu hari, saat rasulullah lewat jalan itu, tidak terdengar suara 'langganan' yang sering beliau dengar dari rumah tersebut. Rasulullah tersenyum, mungkin pikirnya orang tersebut sedang ada keperluan. Tapi sudah beberapa hari, gak juga muncul suara tersebut, Rasulullah heran. Beliau merasakan ada yang tidak beres dengan orang tersebut. Akhirnya rasulullah bertanya2 kepada orang2 disekitar daerah itu, kemanakah gerangan orang tersebut?
Kebanyakan orang2 lebih heran lagi, kenapa Muhammad bertanya tentang orang yang sudah jelas2 sangat membencinya, dan kebenciannya itu sering ditunjukkan secara nyata. Tapi mereka toh akhirnya memberi-tahukan juga kepada Rasulullah letak rumah orang tersebut.
Akhirnya Rasulullah mendatangi kerumahnya. Didapati oleh beliau, bahwa orang yang sering meludahi dan memaki2nya tersebut sedang berbaring sendirian, dalam keadaan sakit. Rasulullah akhirnya masuk kerumah orang tersebut, sembari tersenyum tulus dan memegang tangannya dengan penuh kasih, sambil didoakan agar segera sembuh.
Orang itu tiba2 menangis, dan berkata: "Wahai Muhammad... Saat aku sakit, orang2 yang aku hormati, yang aku hargai, yang aku puji2, tidak ada satupun yang menjengukku. Tapi engkau Muhammad, orang yang selalu kubenci dengan segenap darah dan hatiku, yang setiap saat melihatmu tidak pernah aku tidak memakimu, meludahimu, tapi cuma engkau yang datang menjengukku. Sungguh Mulia hatimu Muhammad. Sungguh mulia apa yang engkau ajarkan. Dan saksikan wahai saudaraku, mulai sekarang, aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Engkau adalah utusanNya.."

Pembaca, apa yang bisa kita simpulkan dari kisah ini?

Orang Baik dan Oang Pintar


Teman teman, perjalanan hidup ini, di dunia ini tidak lepas dari orang baik dan orang pintar. keduanya sangatlah berbeda kalau di lihat dari sebutan namun sebetulnya kedua hal ini sangatlah sulit di bedakan dengan kasat mata namun hanya dengan hatilah kita bisa membedakan kedua hal tersebut.

Di dunia ini mudah sekali kita menemukan orang pintar namun sulit untuk menemukan orang baik karena kebaikan seseorang hanya bisa di rasakan dan kepintaran bisa ada di mana saja.



Orang pintar belum tentu baik dan orang baik kebanyakan pintar. sebut saja Dahlan Iskan menteri BUMN beliau orang baik dan sudah tentu orang pintar, kebaikan beliau sungguh nyata bisa di rasakan oleh masyarakat…

seandainya negara ini penuh dengan orang orang seperti beliau…mungkin sudah seperti ini catatan dari Tuhan.

teman teman, tulisan ini saya ingin mengajak semua pembaca Potret-blog untuk selalu berbuat baik dan jangan henti hentinya melakukan kebaikan untuk siapapun kapanpun dan di manapun..